Kisah Yohanes Chandra Ekajaya Iri Kepada Tukang Becak


Suatu saat Yohanes Chandra Ekajaya berwisata ke kota Yogyakarta, ketika sedang berkendara di kawasan malioboro, dia melihat seorang lelaki paruh baya, badanya kurus, kulitnya coklat kehitaman. Rambutnya yang tipis dan matanya yang cekung tampak mengisyaratkan bagaimana beban kehidupan yang harus dipikul dengan becak tuanya yang sudaj terlihat using.
Yohanes Chandra Ekajaya


Dari dalam mobil Yohanes Chandra Ekajaya melihat deretan becak-becak di pinggir trotoar Malioboro. Matanya tak henti menatap salah satu lelaki paruh baya tertidur pulas diatas becaknya seperti tidak memiliki beban, atau kah memang tertidur pulas karena kecapean ujar Yohanes Chandra Ekayana dalam hatinya sambil menatap sang pengendara becak.

Yohanes Chandra Ekajaya membayangkjan betapa damai hati tukang becak itu. Meskipun hidup di desa dengan kondisi seadanya dan seerhana., namun bisa menikmati kehidupan secara damai bersama istrinya dan anak-anaknya secara bahagia walaupun sederhana. Dibandingkan dengan kondisi dirinya yang berfasilitas mewah namun semua terkadang menimbulkan beban pikiran dan tekanan perasaan. Terkadang dia merasa kurang bisa menikmati kebahagiaan dan kebebasan yang seharusnya dimiliki oelh setiap manusia. Melihat pengendara becak yang bisa tertidur pulas, Yohanes Chandra Ekayana membayangkan betapa bahagianya jika dia bisa tidur pulas seperti itu.

Yohanes Chandra Ekajaya melihat sambil berkaca-kaca menatap sang tukang becak, sambil memikirkan apakah dia bisa seperti si tukang becak tersebut.

Begitulah terkadang kehidupan itu berjalan, seseorang akan selalu melihat kondisi orang lainya dan kemudian membandingkan, mengandaikan, membayangkan, mengkhayalkan bagaimana

Menurut dia bahagia itu terletak di dalam jiwa, itu hanyalah atribut kehidupan, sama dengan atribut lainya. Ketika seseorang terbiasa naik mobil mewah sesuatu ketika pasti akan bosan dan dia akan merasa bahagia ketika naik becak dan sebaliknya seperti itu. Jabatan, posisi, kedudukan itu hanyalah atribut kehidupan asesoris kehidupan. Asesoris kehidupan, sama dengan asesoris lainya dan bukan disitulah letak kebahagiaan yang sebenarnya. Bukan soal harta, jabatan dan tahta melainkan tentang kedamaian hati itulah kebahagian yang sebenarnya.
Kisah Yohanes Chandra Ekajaya Iri Kepada Tukang Becak Kisah Yohanes Chandra Ekajaya Iri Kepada Tukang Becak Reviewed by ekopurwadi691 on 18.55 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.